Thursday, November 28, 2013

New Media dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari

BY Unknown No comments

Pengertian



            New media adalah dua kata yang dirangkap menjadi satu terdiri dari kata new dan media. New yang berarti baru dan media yang berarti perantara. Dan pengertian secara umum menyimpulkan bahwa media itu adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi (perantara) dari sumber informasi kepada penerima informasi.

            New media merupakan terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung kedalam jaringan.

            Contoh dari media yang sangat merepresentasikan media baru adalah Internet. Dimana media ini yang paling di dominasi oleh seluruh manusia dipenjuru dunia. 

            Tanpa adanya teknologi internet kita mungkin sulit untuk berinteraksi dengan orang lain diluar wilayah jangkauan kita. Sehingga teknologi ini seperti ini membentuk perubahan baru dengan hadirnya dunia baru yang kita kenal dengan dunia maya dimana jarak tak menjadi hambatan dalam berinteraksi. 


            Pada jaman dahulu kita hanya mengetahui pager sebagai alat komunikasi tercanggih pada era nya. Namun seiring berjalannya waktu dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, akhirnya manusia menciptakan media baru yaitu handphone, dimana dalam handphone ini kita tidak hanya bisa membaca pesan teks saja melainkan kita dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang kita hubungi. 

            Dan ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat perkembangan teknologi, semakin cepat dan banyak pula informasi yang kita bisa dapat dengan mudah.

  • Keuntungan

  1.     Kita mudah dalam mendapatkan informasi
  2.     informasi disebar luaskan dengan cepat
  3.     memudahkan suatu kegiatan
  • Kerugian

  1.     Dapat merubah kebudayaan 
  2.     informasi yang masuk tidak bisa di saring
  3.     dapat di salah gunakan

Kesimpulan

Sebenarnya new media dapat memudahkan mendapat kan informasi tetapi kita harus dapat menyaring informasi yang masuk karna informasi yang kita dapatkan adlah segala informasi jika kita tidak bisa menyaring nya maka itu akan menjadi masalah untuk diri sendiri.

Saturday, November 23, 2013

MATEMATIKA INFORMATIKA 3 (OPERASI BINER)

BY Unknown No comments

1.     Himpunan yang anggotanya merupakan anggota gabungan himpunan A dan B tapi bukan anggota irisan himpunan A dan B di sebut...
 a.    Aljabar
 b.    Sistem linier
 c.     Selisih Simetri
 d.    Operasi Bilangan

2.   Suatu aturan yang mengkombinasikan setiap 2 elemen suatu himpunan di sebut ..
a.    Operasi Biner
b.    Perkalian
c.     Aljabar
d.    Selisih Simetri

3.    ( U ) termasuk lambang dari...
a. Irisan
b. Gabungan
c. Selisih
d. Komplemen

4.      ( n )  termasuk lambang dari....
a. Irisan
b.Gabungan
c.selisih
d.komplemen

5.     Operasi * pada himpunan S adalah asosiatif, jika untuk sembarang a,b,c pada S, berlaku...
a.    (a*b)*c = (a*c)*b
b.    (a*b)*c = a*(b*c)
c.     (a*b)*c = a*(c*b)
d.    Semua benar
6.    Diketahui himpunan H = {a, b, c, d}. Jika dari himpunan H diambil sembarang tiga 
      elemen,maka banyaknya susunan yang mungkin adalah ....
a.    2
b.    3
c.     4
d.    5

7.  pandangan himpunan H={a, b, c}. Jika kita mengurutkan unsur H, maka jumlah urutan berbeda dari unsur-unsur H tersebut adalah.
a.       3
b.      4
c.       5
d.      6

8.       berikut ini yang termasuk Sifat-sifat operasi biner adalah..
(1) Komutatif
(2) Asosiatif
(3) Invers
(4) Semigrup
a.    1,2,3,4
b.    1,2,3
c.     1,2
d.    3,4

9.     Yang termasuk Sifat operasi biner komutatif adalah...
a. x + 0 = 0 + x = x
b. b = -a
c. a + b = b + a
d. (a + b)+ c = a + (b + c)

10.  Yang termasuk sifat operai biner asosiatif adalah...
a. x + 0 = 0 + x = x
b. b = -a
c. a + b = b + a
d. (a + b)+ c = a + (b + c)

Wednesday, June 19, 2013

Pencampuran Kebudayaan

BY Unknown 1 comment

Di zaman yang sudah memasuki era kecanggihan dalam berkomunikasi pun berkembang begitu pesat dan cepat. Seperti yang kita tau, teknologi merambat dalam segala bidang di kehidupan terutama komunikasi. Sistem komunikasi sendiri merupakan suatu konsep dimana dalam komunikasi terdapat makna dari suatu pesan atau informasi yang terjalin dengan sinyal dan kode abstrak yang berubah-ubah. Dalam suatu sistem komunikasi tidak hanya terbatas pada cara menukar informasi, tetapi juga peralatan yang kelak akan diaplikasikan, implikasikan, manipulasi dan memiliki potensi dalam pertukaran informasi dalam sistem komunikasi. Tanpa adanya teknologi komunikasi yang canggih, maka takkan ada proses yang berjalan dengan baik, seperti halnya dengan perkembangan yang takkan lepas dari pandangan kita.

Dan definisi tentang budaya itu sendiri ialah, merupakan cara hidup berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok, dan diwariskan dari generasi ke generasi, terbentuk dari banyak unsure rumit seperti halnya agama, politik, adat istiadat, kesenian dan karya seni lainnya.

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan yang ikut memproduksi, memakai serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam tata cara manusia dalam mengorganisasikan di kehidupan masyarakat dalam cara-caranya untuk mengekspresikan rasa keindahan atau dalam memproduksi hasil kesenian.

Lain halnya dengan teknologi komunikasi, bukan hanya tentang tata cara masyarakat, tetapi bagaimana masyarakat berkomunikasi tentang tata cara yang ia gunakan. Bagaimana bila disangkut pautkan dengan kebudayaan? Teknologi informasi bila dihubungkan dengan kebudayaan akan menghasilkan suatu konklusi bahwa kebudayaan dan komunikasi itu berkaitan.

Komunikasi menjadi hal yang penting bagi kehidupan, karena manusia, sejatinya adalah makhluk sosial yang di masa sekarang sudah semakin mudah dalam berkomunikasi. Ternyata arus informasi dapat memberikan dampak yang cukup besar, mulai dari gaya hidup barat yang memberikan afeksi terhadap kehidupan timur akibat tayangan sehari-hari di dalam pergaulan, pola berfikir dan juga mengkonsumi dengan makanan. Semakin terlihat jelas, gaya hidup yang menjadi dominansi dalam kehidupan dipastikan akan menjadi trend bagi suatu kaum. Titik permasalahannya tidaklah terlalu kompleks, hanya satu, apakah kebudayaan asli Indonesia akan terkikis dan tergantikan oleh gaya hidup barat yang tabu?

Dalam segi positifnya, perubahan harus selalu diterima dan bisa menjadi batu loncatan terhadap orang timur dengan Negara asing yang akan mendapatkan banyak manfaat, baik di bidang ekonomi ataupun sosial. Tetap apabila kita melihatnya di dalam sisi negatif? Apakah semua hal terasa begitu baik dan kita tidak bisa memilah mana yang benar dan yang salah? Pergaulan yang masih dianggap awam bagi lingkungan lokal, kurang lebih dapat merusak keyakinan seseorang tentang apa yang ia anggap benar, lain halnya apabila orang yang bersangkutan sudah memiliki cukup umur, jiwanya tidak akan mudah terombang-ambing seperti usia muda lainnya.


Dan seperti halnya dengan ragam kebudayaan yang sangat banyak, tetapi apakah generasi muda akan terus terfokus terhadap hal-hal teknologi saja dan menyampingkan pentingnya berbudaya? Cobalah membuat suatu hasil atau karya seni bagi bangsa dan menyampurkan totalitas dalam menyebarluaskan kebudayaan, usaha yang baik, akan membawa hasil yang baik juga.

Friday, February 15, 2013

Flashing Sony Ericsson Xperia Menggunakan Flashtool

BY Unknown 2 comments


Kadang dalam kita instal custom rom tidak selalu beruntung ada terjadi kesalahan dan akan mengakibatkan Smartphone Android kita bootloop sampai dilogo Sony ericsson saja atau mungkin restart sendiri. Masalah ini dapat kita atasi dengan mengembalikan firmware aslinya. sedangkan tools yang dapat di guanakan yaitu SEUS dan Flashtool.
Untuk SEUS, kelemahannya adalah harus online dan kadang tidak mau mendeteksi Software device sehingga ada notifikasi "Tidak tersedia software perangkat anda". Hal ini karena kesalahan kita saat upgrade menggunakan custom rom atau salah file recovery. Bila mengalami hal ini, maka kita harus menggunakan Flashtool untuk mengembalika Firmwarenya.
Flashtool memiliki banyak kelebihan daripada SEUS. Flashtool ini dapat dipakai secara offline dan file firmware dapat kita pakai lagi. Kita hanya butuh download file2 yang dibutuhkan saat pertama kali pakai. Nah diposting ini saya akan bahas yang pake Flashtool saja. oke langsung saja.
Persiapan-persiapan yang harus di perlukan dan tahap instalasi :
  • Download driver Sony Ericsson Pc Companion disini.
  • Download dan install Java JDK, kalau belum punya download disini.
  • Download dan ekstrak flashtool disini
  • Install Gordon Gate di folder /flashtool/driver/ggsetup.exe.
  1. Download Firmware X10 Mini Pro U20i Eclair 2.1 disini. 
  2. Download Firmware X10 mini E10i Eclair 2.1 2.0.A.0.504 disini. Firmware X10 mini E10i Eclair 2.1 2.1.1.A.0.6 disini.
  3. Download Firmware X10i disini.
  • Buat new folder sesuai type HP di folder /flashtool/firmware/ ,contohnya folder E10i
  • Pindahkan file Firmware di folder /Flashtool/firmware/E10i dan Ektrak Here.
Langkah installasinya :
  • Matikan HP apabila tidak bisa mati, lihat informasi dibawah post.
  • Jalankan Flashtool.exe
  • Klik Advanced Bundel Creation.
  • Ubah source folder ke /flashtool/firmware/E10i dan klik open
    • Pindahkan semua file yang sebelah kiri ke sebelah kanan, select all.
    • Isi 3 tab di pojok kanan atas, kemudian Klik Oke.
    • Flashtool akan membuat file bundel *.ftf sesuai dengan nama yang anda cantumkan di tab atas tadi.Dan tunggu sampai ada notifikasi Finished. Klik Flash
    • Pilih Firware sesuai yang kita buat.Klik oke
    • Tahan tombol Back dan sambungkan USB ke PC. Dan tunggu sampai proses flashing selesai.
    Setelah selesai hidupkan HP dan centang unknown source di setting>applications dan centang USB debugging Colokkan kabel USB lagi sampai proses selesai.

    #Bila Android tidak mau Power off
    Untuk tipe biasa, silakan cabut batrenya
    Untuk X10 mini stuck di logo Sony Ericsson, Pencet tombol Home + Power Off, tunggu sampai getar, bila HP sudah restart tekan tombol back masuk Xrecovery.. Di menu Xrecovery pilih menu Power Off.

    Bila file yang didownload setelah di ekstrak sudah berformat *.ftf bisa lihat tutorialnya disini.

    Source : http://a7xporeper.blogspot.com/2012/06/flashing-sony-ericsson-xperia.html

    Individu dan Perkembangannya

    BY Unknown No comments


    Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.

    Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung. 



    Setiap individu akan mengalami proses perkembangan yang tidak akan dapat ditolak, terlepas dari kehendak individu yang bersangkutan. Proses tersebut berjalan dengan kodrati dan melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan olehNya. Alloh berfirman dalam surat Al Mukminun 14 yang artinya : Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian ( Q.S. 71 : 14 )


    Perkembangan individu merupakan suatu proses perubahan individu yang bersifat tetap menuju kearah yang lebih sempurna dan tidak dapat diulang kembali. Menurut Werner (1969) yang dikutip oleh Monks dkk dalam buku psikologi perkembangan menyatakan bahwa pengertian perkembangan individu menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja diulang kembali. Perkembangan individu menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diulang kembali ( Monks Dkk : 2004 : 1 )


    Proses perkembangan selalu menuju proses differensiasi dan integrasi. Proses differensiasi artinya ada prinsip totalitas pada diri individu. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya menjadi sangat nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.


    Setiap individu akan mengalami proses perkembangan yang berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan secara berantai. Walaupun tidak ada pemisah yang jelas antara masing-masing tahapan tersebut, proses perkemangan ini bersifat universal.


    Dalam proses perkembangan dikenal adanya irama atau naik turunnya proses perkembangan. Artinya proses perkembangan manusia itu tidak konstan terkadang naik terkadang turun. Pada suatau saat individu mengalami perkembangan yang tenang pada saat lain ia mengalami perkembangan yang menggoncangkan. ( Alex sobur : 2003 : 143 )


    Menurut para ahli psykologi individu biasanya mengalami dua masa pancaroba atau krisis yang biasanya disebut Trotz. Masa ini terjadi dalam periode :

    1. Periode pertama : terjadi pada usia 2 – 3 tahun dengan ciri utama anak menjadi egois, selalu mendahulukan kepentingan diri sendiri.

    2. Periode kedua : Terjadi pada usia antara 14 – 17 tahun dengan ciri utama sering membantah orang tuanya dan cenderung mencari identitas diri.


    Tentang Trotz yang kedua diatas perlu digaris bawahi bahwa usia 14 – 17 tahun bukanlah harga mati. Artinya rentang usia remaja yang mengalami krisis tahap kedua ini dimasing-masing daerah mungkin berbeda boleh jadi lebih cepat atau lebih lambat.

    Proses perkembangan individu memiliki karakter kecepatan yang bervariasi. Dengan kata lain ada individu memiliki tingkat perkembangan cepat, sedang dan lambat. Tingkat proses perkembangan individu tersebut diakibatkan oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya.

    Akulturalisasi Islam dengan Budaya Indonesia

    BY Unknown No comments




    Sejak awal perkembangannya, Islam di Indonesia telah menerima akomodasi budaya. Karena Islam sebagai agama memang banyak memberikan norma-norma aturan tentang kehidupan dibandingkan dengan agama-agama lain. Bila dilihat kaitan Islam dengan budaya, paling tidak ada dua hal yang perlu diperjelas: Islam sebagai konsespsi sosial budaya, dan Islam sebagai realitas budaya. Islam sebagai konsepsi budaya ini oleh para ahli sering disebut dengan great tradition (tradisi besar), sedangkan Islam sebagai realitas budaya disebut dengan little tradition (tradisi kecil) atau local tradition (tradisi local) atau juga Islamicate, bidang-bidang yang “Islamik”, yang dipengaruhi Islam.

    Tradisi besar (Islam) adalah doktrin-doktrin original Islam yang permanen, atau setidak-tidaknya merupakan interpretasi yang melekat ketat pada ajaran dasar. Dalam ruang yang lebih kecil doktrin ini tercakup dalam konsepsi keimanan dan syariah-hukum Islam yang menjadi inspirasi pola pikir dan pola bertindak umat Islam. Tradisi-tradisi ini seringkali juga disebut dengan center (pusat) yang dikontraskan dengan peri-feri (pinggiran).
    Tradisi kecil (tradisi local, Islamicate) adalah realm of influence- kawasan-kawasan yang berada di bawah pengaruh Islam (great tradition). Tradisi local ini mencakup unsur-unsur yang terkandung di dalam pengertian budaya6 yang meliputi konsep atau norma, aktivitas serta tindakan manusia, dan berupa karya-karya yang dihasilkan masyarakat.
    Dalam istilah lain proses akulturasi antara Islam dan Budaya local ini kemudian melahirkan apa yang dikenal dengan local genius, yaitu kemampuan menyerap sambil mengadakan seleksi dan pengolahan aktif terhadap pengaruh kebudayaan asing, sehingga dapat dicapai suatu ciptaan baru yang unik, yang tidak terdapat di wilayah bangsa yang membawa pengaruh budayanya7. Pada sisi lain local genius memiliki karakteristik antara lain: mampu bertahan terhadap budaya luar; mempunyai kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar; mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur budaya luar ke dalam budaya asliu; dan memilkiki kemampuanmengendalikan dan memberikan arah pada perkembangan budaya selanjutnya8.
    Sebagai suatu norma, aturan, maupun segenap aktivitas masyarakat Indonesia, ajaran Islam telah menjadi pola anutan masyarakat. Dalam konteks inilah Islam sebagai agama sekaligus telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Di sisi lain budaya-budaya local yang ada di masyarakat, tidak otomatis hilang dengan kehadiran Islam. Budaya-budaya local ini sebagian terus dikembangkan dengan mendapat warna-warna Islam. Perkembangan ini kemudian melahirkan “akulturasi budaya”, antara budaya local dan Islam.
    Budaya-budaya local yang kemudian berakulturasi dengan Islam antara lain acara slametan (3,7,40,100, dan 1000 hari) di kalangan suku Jawa. Tingkeban (nujuh Hari). Dalam bidang seni, juga dijumpai proses akulturasi seperti dalam kesenian wayang di Jawa. Wayang merupakan kesenian tradisional suku Jawa yang berasal dari agama Hindu India. Proses Islamisasi tidak menghapuskan kesenian ini, melainkan justru memperkayanya, yaitu memberikan warna nilai-nilai Islam di dalamnya.tidak hanya dalam bidang seni, tetapi juga di dalam bidang-bidang lain di dalam masyarakat Jawa. Dengan kata lain kedatangan Islam di nusantara dalam taraf-taraf tertentu memberikan andil yang cukup besar dalam pengembangan budaya local.
    Pada sisi lain, secara fisik akulturasi budaya yang bersifat material dapat dilihat misalnya: bentuk masjid Agung Banten yang beratap tumpang, berbatu tebal, bertiang saka, dan sebagainya benar-benar menunjukkan ciri-ciri arsitektur local. Sementara esensi Islam terletak pada “ruh” fungsi masjidnya. Demikian juga dua jenis pintu gerbang bentar dan paduraksa sebagai ambang masuk masjid di Keraton Kaibon. Namun sebaliknya, “wajah asing” pun tampak sangat jelas di kompleks Masjid Agung Banten, yakni melalui pendirian bangunan Tiamah dikaitkan dengan arsitektur buronan Portugis,Lucazs Cardeel, dan pendirian menara berbentuk mercu suar dihubungkan dengan nama seorang Cina: Cek-ban Cut9.
    Dalam perkembangan selanjutnya sebagaimana diceritakan dalam Babad Banten, Banten kemudian berkembang menjadi sebuah kota. Kraton Banten sendiri dilengkapi dengan struktur-struktur yang mencirikan prototype kraton yang bercorak Islam di Jawa, sebagaimana di Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta. Ibukota Kerajaan Banten dan Cirebon kemudian berperan sebagai pusat kegiatan perdagangan internasional dengan ciri-ciri metropolitan di mana penduduk kota tidak hanya terdiri dari penduduk setempat, tetapi juga terdapat perkampungan-perkampunan orang-orang asing, antara lain Pakoja, Pecinan, dan kampung untuk orang Eropa seperti Inggris, Perancis dan sebagainya.
    Dalam bidang kerukunan, Islam di daerah Banten pada masa lalu tetap memberikan perlakuan yang sama terhadap umat beragama lain. Para penguasa muslim di Banten misalnya telah memperlihatkan sikap toleransi yang besar kepada penganut agama lain. Misalnya dengan mengizinkan pendirian vihara dan gereja di sekitar pemukiman Cina dan Eropa. Bahkan adanya resimen non-muslim yang ikut mengawal penguasa Banten. Penghargaan atau perlakuan yang baik tanpa membeda-bedakan latar belakang agama oleh penguasa dan masyarakat Banten terhadap umat beragama lain pada masa itu, juga dapat dilisaksikan di kawasan-kawasan lain di nusantara, terutama dalam aspek perdagangan. Penguasa Islam di berbagai belahan nusantara telah menjalin hubungan dagang dengan bangsa Cina, India dan lain sebagainya sekalipun di antara mereka berbeda keyakinan.
    Aspek akulturasi budaya local dengan Islam juga dapat dilihat dalam budaya Sunda adalah dalam bidang seni vokal yang disebut seni beluk10.. Dalam seni beluk sering dibacakan jenis cirita (wawacan) tentang ketauladanan dan sikap keagamaan yang tinggi dari si tokoh. Seringkali wawacan dari seni beluk ini berasal dari unsur budaya local pra-Islam kemudian dipadukan dengan unsur Islam seperti pada wawacan Ugin yang mengisahkan manusia yang memiliki kualitas kepribadian yang tinggi. Seni beluk kini biasa disajikan pada acara-acara selamatan atau tasyakuran, misalnya memperingati kelahiran bayi ke-4- hari (cukuran), upacara selamatan syukuran lainnnya seperti kehamilan ke-7 bulan (nujuh bulan atau tingkeban), khitanan, selesai panen padi dan peringatan hari-hari besar nasional.
    Akulturasi Islam dengan budaya-budaya local nusantara sebagaimana yang terjadi di Jawa didapati juga di daerah-daearah lain di luar Jawa, seperti Sumatera Barat, Aceh, Makasar, Kalimantan, Sumatera Utara, dan daerah-daerah lainnya. Khusus di daerah Sumatera Utara, proses akulurasi ini antara lain dapat dilihat dalam acara-acara seperti upah-upah, tepung tawar, dan Marpangir.

    Source : http://podoluhur.blogspot.com/2011/03/akulturasi-islam-dan-budaya-indonesia.html

    Thursday, January 17, 2013

    Pemuda dan Sosialisasi

    BY Unknown No comments






    • PENDAHULUAN

          Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan.

    Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda, Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat, proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.


    • PEMUDA INDONESIA

            Pemuda dalam pengertian ialah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti, ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
    Masa Bayi = 0 – 1 Tahun
    Masa Anak = 1 – 12 Tahun
    Masa Puber = 12 – 15 Tahun
    Masa Pemuda = 15 – 21 Tahun
    Masa Dewasa = 21 Tahun Keatas
    Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagai berikut :
    Golongan Anak : 0 – 12 Tahun
    Golongan Remaja : 13 – 18 Tahun
    Golongan Dewasa : 18 (21) Tahun Keatas
    Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16-21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18 (21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
    Dilihat dari ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi pendahulu, pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 norma katagori yaitu :
    Siswa, usia antara 6 – 18 Tahun, masih duduk di bangku sekolah.
    Mahasiswa usia antara 18 – 25 Tahun beradi di perguruan tinggi dan akademik.
    Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 keatas.
    Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubung dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu :
    Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan, Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
    Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan, peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
    Jenis Pemuda “Pembangkit” Mereka adalah pengurai aatau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial, Mereka secara tidak langsung mengubah masyarakat dan kebudayaan.
    Pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal, Mereka tidak berminat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan menguntungkan bagi diriny, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
    Pemuda radikal, Mereka beringinan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
    Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk moral, makhluk sosial, Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengreksi, sebagai makhluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat, sebagai makhluk induvidual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan YME.


    • SOSIALISASI PEMUDA

         Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwanai cara berfikir dan kebiasan-kebiasaan hidupnya, dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan, dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kebudayaan, dari keadaan tidak atau belum.
    tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab , kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk, dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cari hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan fungsi dalam kelompoknya, Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
    Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan, berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya, oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang, kedirian (Self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya, kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “AKU” Atau “SAYA” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
    Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya, misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya, atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
    Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirianyang ideal , orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain, bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.
    Bertitik tolak dari pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai makhluk sosial, makhluk induvidual bagi pemuda.


    • PERMASALAHAN PADA GENERASI MUDA

    Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:

    1. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
    2. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
    3. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
    4. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
    5. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
    6. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
    7. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
    8. Pergaulan bebas
    9. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
    10. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.


    PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT

    1. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
    2. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
    3. Asas edukatif
    4. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
    5. Asas swakarsa
    6. Asas keselarasan dan terpadu
    7. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi